Diberdayakan oleh Blogger.

Friends

RSS

ASAL MULA KEHIDUPAN DAN MANUSIA HOMO SAPIENS

Alam semesta terbentuk sejak sekitar 4 miliar tahun lalu, sedangkan manusia atau yang biasa disebut sebagai homo sapiens terbentuk hanya sekitar 200.000 tahun lalu. Akan tetapi manusia mampu mengganggu keseimbangan ekosistem di bumi. Hal ini dikarenakan manusia sebagai homo sapiens yang mempunyai akal budi, pikiran, dan perilaku yang terus berkembang sesuai seiring dengan perkembangan generasi mereka. Kehidupan manusia saat ini bisa dibilang berasal dari homo sapiens terdahulu yang mengalami turunan dari generasi ke generasi. 

Nah, sekarang kita akan memulai mengulas kembali bagaimana awalnya bumi kita terbentuk. Pada mulanya, bumi adalah segumpalan api, bumi terus menerus mengeluarkan lava dari dalam perutnya, dan dalam waktu yang lama lava itu akan membeku, pecah, mengembang dan menyebar menjadi kerak bumi atau lapisan paling luar bumi.  Bumi diselimuti oleh awan yang tak lebih adalah gumpalan debu yang berasal dari perut bumi yang menjadi satu yang lama-kelamaan berubah menjadi atmosphere yang pekat dengan uap air, tanpa oksigen dan akan melapisi bumi. Bumi mendingin, uap air mengembun dan jatuh dengan deras. Pada saat itu bumi memiliki kemampuan untuk menampung air, yang bisa disebut samudra, dan air itu juga yang membuat aliran-aliran seperti ranting-ranting pada pohon yang disebut sungai. Sungai melarutkan mineral dari bebatuan dan menambahkannya ke samudra, sehingga samudra menjadi bergaram, dan mengakibatkan air samudra yang awalnya berair tawar menjadi berair asin. Itulah awal terbentuknya daratan dan perairan. 

Awal Mula Terbentuknya Bumi 
 
Lalu, bagaimanakah makhluk hidup itu hadir di bumi? Dan bagaimana pula mereka menjadi banyak dan beranekaragam?

Setelah daratan, perairan dan atmosphere yang menyelimuti bumi terbentuk. Makhluk hidup pertama yang terbentuk adalah archeobacteria, yang member warna pada perairan. Mereka mampu hidup di daerah yang sangat panas, seperti panas bumi, kecuali cyanobacteria (ganggang hijau biru). Cyanobacteria mampu mengubah energy dari sinar matahari (fotosintesis). Archeobacteria dan cyanobacteria merupakan cikal bakal dari semua jenis tanaman yang ada di masa sekarang. 


 
 
Selanjutnya perkembangan itu diikuti oleh munculnya manusia pertama yang disebut sebagai homo sapiens adalah sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaanbahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Selanjutnya apa yang terjadi dengan karbon yang telah meracuni atmosfer dan perairan kita?

Terumbu karang yang ada diperairan kita terbentuk dari ribuan hewan kecil yang membentuk cangkang dengan memanfaatkan  karbon di atmosfer. Karena hal ini karbon di atmosfer dapat terserap dan makhluk hidup lain dapat berkembang. Karena tumbuhan mampu mengubah air dan karbondioksida menjadi molekul-moleku lainseperti oksigen, maka oksigen mampu mengisi atmosfer bumi kita. Selain itu, siklus air dibumi juga merupakan proses pembaharuan di bumi. Makhluk hidpu di bumi sangat membutuhkan air dan air merupakan benda yang selalu ada dalam jumlah yang tetap dibumi. Semua yang mengisi kehidupan di bumi memiliki sifat ketergantungan jadi tidak ada yang mampu untuk hidup sendiri, seperti contoh air dan udara yang tidak mampu dipisahkan. 

Lalu bagaimana dengan daerah daratan di bumi kita? Daratan atau yang biasa kita sebut Tanah merupakan komponen utama tempat menempelnya berbagai organisme, tanpa terkecuali manusia beserta generasi-generasinya. Tanah sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup serta keseimbangan ekosistem di bumi ini. Di tanah ada organism pengurai yang siap merombak kembali berbagai bahan-bahan sisa yang sudah tak dibutuhkan organism lainnya. Hasil rombakan inilah akan menghasilkan lapisan yang subur karena banyak mengandung humus. Sehingga disinilah mulai tercipta suatu metode pertanian pertama atau revolusi pertama yang diciptakan oleh manusia, yaitu agrikultur (pertanian). Melalui revolusi pertama manusia inilah selanjutnya akan banyak pula perubahan yang diciptakan manusia berkaitan dengan kehidupan dibumi.



Nah itulah keadaan bumi dari awal terbentuknya, sekarang kita lihat bagaimana keadaan bumi dewasa ini, kita lihat dari 20 tahun terakhir.
Populasi bumi menjadi hampir 3 kali lipat dari sebelumnya. Dan lebih dari 2 miliar orang hidup di perkotaan yang banyak gedung-gedung pencakar langit. Dan hari ini, lebih dari 7 miliar penduduk hidup diperkotaan. Dengan semakin berkembangnya otak manusia mereka mampu mengubah energy dari sumber daya yang disediakan oleh bumi. Sebagai contoh, amerika adalah Negara pertama yang mampu menggunakan tenaga mesin untuk mengantikan tenaga manusia yaitu keadaan diladang yang sudah digantika mesin untuk memetik gandum. Di sini, gandum tidak lagi digunakan sebagai bahan makanan untuk manusia, namun mereka mengubahnya menjadi pakan ternak dan bahan bakar bodisel. Sekarang, lahan pertanian tidak lagi kering oleh matahari, petani memanfaatkan semua mata air untuk mengairi ladanganya, akibatnya hampir 70% air digunakan untuk konsumsi manusia diserapnya. Perluasan lahan yang digarap digunakan untuk menanam satu jenis tumbuhan menyebabkan satu jenis hama baru. Namun dengan  berkembangnya pikiran manusia mereka mampu  menciptakan pestida untuk melawan hama-hama terebut. Selain itu, penebangan hutan besar-besaran dan menggantinya dengan tanaman ekaliptus karena permintaan kertas dari manusia. Ekaliptus tumbuh cepat dan menghabiskan cadangan air. Namun ditempat lain, penebangan hutan besar-besaran merupakan jalan terakhir untuk bertahan hidup. 


 
 

Dari sini kita dapat melihat bahwa manusia (homo sapiens) selalu ingin memperoleh yang menjadi kehendaknya, selalu belum terwujudnya kepuasan, keegoisan, dan ketamakan membuat mereka merusak alam. Semakin berkembang suatu Negara semakin ia haus akan energy. Dimana-mana mesin menggali, mengebor, dan merenggut semua sumber daya dari bumi. Perubahan iklim dan pemanasan global mulai kita rasakan akhir-akhir ini. Akibatnya meningkatnya kandungan karbon dioksida di bumi yang mengakibatkan es artik mulai mencair, dan lapisan es menghilang sekitar 40% dalam waktu 40 tahun terakhir, dan ditahun 2030 kemungkinan akan hilang sepenuhnya, hal ini mengakibatkan air laut naik ke permukaan 20 cm tiap tahunnya. Selain itu, akibat yang ditimbulkan dari dari pemanasan global adalah kekeringan di mana-mana, yang pada akhirnya akan menyebabkan kebakaran hutan yang merabak kemana-mana, yang mengakibatkan semakin meningkatnya kandungan karbon dioksida di alam. 


Kita telah menciptakan alam yang tidak terkendalikan, sejak awal kita, air, udara dan makhluk hidup lain telah menjalin hubungan (rantai) saling membutuhkan. Namun akhir-akhir ini kita telah mematahkan hubungan terebut. Sekarang 5000 orang mati karena mengonsumsi air kotor, hampir 1 miliar orang akan kelaparan, lahan-lahan mengalami kerusakan jangka panjang lebih dari 50% beras gandum yang dihasilkan oleh seluruh dunia digunakan untuk pakan hewan dan bahan bakar biofluel, setiap tahun 13 ribu ha hutan lenyap,  dan sebagian flora fauna terancam punah. Masih ada kemungkinan kondisi bumi kita akan semakin memburuk jika kita tidak segera sadar. Hanya ada sedikit waktu untuk berubah. Berubah untuk mau mengubah bumi kita menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk generasi penerus kita kelak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS