Alam semesta terbentuk sejak sekitar 4
miliar tahun lalu, sedangkan manusia atau yang biasa disebut sebagai homo
sapiens terbentuk hanya sekitar 200.000 tahun lalu. Akan tetapi manusia mampu
mengganggu keseimbangan ekosistem di bumi. Hal ini dikarenakan manusia sebagai
homo sapiens yang mempunyai akal budi, pikiran, dan perilaku yang terus
berkembang sesuai seiring dengan perkembangan generasi mereka. Kehidupan
manusia saat ini bisa dibilang berasal dari homo sapiens terdahulu yang
mengalami turunan dari generasi ke generasi.
Nah, sekarang kita akan memulai
mengulas kembali bagaimana awalnya bumi kita terbentuk. Pada mulanya, bumi
adalah segumpalan api, bumi terus menerus mengeluarkan lava dari dalam perutnya,
dan dalam waktu yang lama lava itu akan membeku, pecah, mengembang dan menyebar
menjadi kerak bumi atau lapisan paling luar bumi. Bumi diselimuti oleh awan yang tak lebih adalah
gumpalan debu yang berasal dari perut bumi yang menjadi satu yang lama-kelamaan
berubah menjadi atmosphere yang pekat dengan uap air, tanpa oksigen dan akan
melapisi bumi. Bumi mendingin, uap air mengembun dan jatuh dengan deras. Pada saat
itu bumi memiliki kemampuan untuk menampung air, yang bisa disebut samudra, dan
air itu juga yang membuat aliran-aliran seperti ranting-ranting pada pohon yang
disebut sungai. Sungai melarutkan mineral dari bebatuan dan menambahkannya ke
samudra, sehingga samudra menjadi bergaram, dan mengakibatkan air samudra yang
awalnya berair tawar menjadi berair asin. Itulah awal terbentuknya daratan dan
perairan.
Lalu, bagaimanakah makhluk hidup itu
hadir di bumi? Dan bagaimana pula mereka menjadi banyak dan beranekaragam?
Setelah daratan, perairan dan
atmosphere yang menyelimuti bumi terbentuk. Makhluk hidup pertama yang
terbentuk adalah archeobacteria, yang member warna pada perairan. Mereka mampu
hidup di daerah yang sangat panas, seperti panas bumi, kecuali cyanobacteria
(ganggang hijau biru). Cyanobacteria mampu mengubah energy dari sinar matahari
(fotosintesis). Archeobacteria dan cyanobacteria merupakan cikal bakal dari
semua jenis tanaman yang ada di masa sekarang.
Selanjutnya perkembangan itu
diikuti oleh munculnya manusia pertama yang disebut sebagai homo sapiens adalah
sebuah
spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka
dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana,
dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan
atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan
dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan
berdasarkan penggunaanbahasanya, organisasi mereka dalam
masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama
berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk
dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Selanjutnya apa yang terjadi dengan
karbon yang telah meracuni atmosfer dan perairan kita?
Terumbu karang yang ada diperairan kita
terbentuk dari ribuan hewan kecil yang membentuk cangkang dengan
memanfaatkan karbon di atmosfer. Karena hal
ini karbon di atmosfer dapat terserap dan makhluk hidup lain dapat berkembang. Karena
tumbuhan mampu mengubah air dan karbondioksida menjadi molekul-moleku
lainseperti oksigen, maka oksigen mampu mengisi atmosfer bumi kita. Selain itu,
siklus air dibumi juga merupakan proses pembaharuan di bumi. Makhluk hidpu di
bumi sangat membutuhkan air dan air merupakan benda yang selalu ada dalam
jumlah yang tetap dibumi. Semua yang mengisi kehidupan di bumi memiliki sifat
ketergantungan jadi tidak ada yang mampu untuk hidup sendiri, seperti contoh
air dan udara yang tidak mampu dipisahkan.
Lalu bagaimana
dengan daerah daratan di bumi kita? Daratan atau yang biasa kita sebut Tanah
merupakan komponen utama tempat menempelnya berbagai organisme, tanpa
terkecuali manusia beserta generasi-generasinya. Tanah sangat berperan penting
bagi kelangsungan hidup serta keseimbangan ekosistem di bumi ini. Di tanah ada
organism pengurai yang siap merombak kembali berbagai bahan-bahan sisa yang
sudah tak dibutuhkan organism lainnya. Hasil rombakan inilah akan menghasilkan
lapisan yang subur karena banyak mengandung humus. Sehingga disinilah mulai
tercipta suatu metode pertanian pertama atau revolusi pertama yang diciptakan
oleh manusia, yaitu agrikultur
(pertanian). Melalui revolusi pertama manusia inilah selanjutnya akan banyak
pula perubahan yang diciptakan manusia berkaitan dengan kehidupan dibumi.
Nah itulah keadaan bumi dari awal
terbentuknya, sekarang kita lihat bagaimana keadaan bumi dewasa ini, kita lihat
dari 20 tahun terakhir.
Populasi bumi menjadi hampir 3 kali
lipat dari sebelumnya. Dan lebih dari 2 miliar orang hidup di perkotaan yang
banyak gedung-gedung pencakar langit. Dan hari ini, lebih dari 7 miliar
penduduk hidup diperkotaan. Dengan semakin berkembangnya otak manusia mereka
mampu mengubah energy dari sumber daya yang disediakan oleh bumi. Sebagai contoh,
amerika adalah Negara pertama yang mampu menggunakan tenaga mesin untuk
mengantikan tenaga manusia yaitu keadaan diladang yang sudah digantika mesin
untuk memetik gandum. Di sini, gandum tidak lagi digunakan sebagai bahan
makanan untuk manusia, namun mereka mengubahnya menjadi pakan ternak dan bahan
bakar bodisel. Sekarang, lahan pertanian tidak lagi kering oleh matahari,
petani memanfaatkan semua mata air untuk mengairi ladanganya, akibatnya hampir
70% air digunakan untuk konsumsi manusia diserapnya. Perluasan lahan yang
digarap digunakan untuk menanam satu jenis tumbuhan menyebabkan satu jenis hama
baru. Namun dengan berkembangnya pikiran
manusia mereka mampu menciptakan pestida
untuk melawan hama-hama terebut. Selain itu, penebangan hutan besar-besaran dan
menggantinya dengan tanaman ekaliptus karena permintaan kertas dari manusia. Ekaliptus
tumbuh cepat dan menghabiskan cadangan air. Namun ditempat lain, penebangan
hutan besar-besaran merupakan jalan terakhir untuk bertahan hidup.
Dari sini kita dapat melihat bahwa
manusia (homo sapiens) selalu ingin memperoleh yang menjadi kehendaknya, selalu
belum terwujudnya kepuasan, keegoisan, dan ketamakan membuat mereka merusak
alam. Semakin berkembang suatu Negara semakin ia haus akan energy. Dimana-mana
mesin menggali, mengebor, dan merenggut semua sumber daya dari bumi. Perubahan iklim
dan pemanasan global mulai kita rasakan akhir-akhir ini. Akibatnya meningkatnya
kandungan karbon dioksida di bumi yang mengakibatkan es artik mulai mencair,
dan lapisan es menghilang sekitar 40% dalam waktu 40 tahun terakhir, dan
ditahun 2030 kemungkinan akan hilang sepenuhnya, hal ini mengakibatkan air laut
naik ke permukaan 20 cm tiap tahunnya. Selain itu, akibat yang ditimbulkan dari
dari pemanasan global adalah kekeringan di mana-mana, yang pada akhirnya akan
menyebabkan kebakaran hutan yang merabak kemana-mana, yang mengakibatkan
semakin meningkatnya kandungan karbon dioksida di alam.
Kita telah menciptakan alam yang tidak
terkendalikan, sejak awal kita, air, udara dan makhluk hidup lain telah
menjalin hubungan (rantai) saling membutuhkan. Namun akhir-akhir ini kita telah
mematahkan hubungan terebut. Sekarang 5000 orang mati karena mengonsumsi air
kotor, hampir 1 miliar orang akan kelaparan, lahan-lahan mengalami kerusakan
jangka panjang lebih dari 50% beras gandum yang dihasilkan oleh seluruh dunia digunakan
untuk pakan hewan dan bahan bakar biofluel, setiap tahun 13 ribu ha hutan lenyap, dan sebagian flora fauna terancam punah. Masih
ada kemungkinan kondisi bumi kita akan semakin memburuk jika kita tidak segera
sadar. Hanya ada sedikit waktu untuk berubah. Berubah untuk mau mengubah bumi
kita menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk generasi penerus kita kelak.






0 komentar:
Posting Komentar